Sunday, October 13, 2013

Prof. Edward de Bono Mengajari Anda Lima Cara Untuk Berpikir Terarah dan Produktif

Edward de Bono Mengajari Anda Lima Cara Untuk Berpikir Terarah dan Produktif
Berpikir adalah ketrampilan yang paling fundamental bagi manusia,karena :
  1.  akan menentukan kebahagiaan dan sukses dalam hidup anda
  2. Anda perlu berpikir untuk mebuat suatu rencana,inisiatif/membuat sesuatu,memecahkan  permasalahan hidup, membuat suatu peluang  dan mendisain perjalanan  rencana anda ke depan.
  3. Kalau tidak trampil berpikir,anda seperti busa yang mengalir kemana saja aliran sungai membawa anda tanpa bias mengontrol kemana arah tujuan yang anda inginkan. Anda tidak bisa berkata: kutahu yang kumau!
  4. Berfikir itu menyenangkan,jika anda bisa mempelajari caranya.
  5. Berfikir itu beda dengan kecerdasan. Kecerdasan adalah  power sebuah mobil. Sedangkan berfikir adalah ketrampilan sopir mengemudikan mobilnya.
  6. Berfikir bisa dipelajari dan berkembang. Cuma anda perlu untuk mau mempelajari bagaimana mengemudikan mobil bukan?
  7. Pendidikan tradisional di sekolah dan universitas hanya mengajarkan SATU ASPEK  yaitu berfikir kritis  saja  dalam ketrampilan berfikir. Itu tidak cukup.
Bagaimana dengan Perasaan dan Nilai Hidup?
Dua hal ini sangat fundamental dalam hidup manusia. Karena itu berfikir menjadi sangat penting. Gunanya berfikir adalah untuk mengantarkan anda ke tempat tujuan anda, yaitu untuk memuaskan perasaan dan nilai hidup anda sendiri.
Jika anda terkunci dalam sebuah ruangan , dan anda menjadi merasa panic ingin segera keluar dari sana, manakah yang lebih penting perasaan anda atau sebuah kunci?
Perasaan/keinginan untuk keluar dan kunci sama pentingnya. Keinginan anda menjadi sia-sia tanpa kunci. Dan kunci tidak berguna tanpa sebuah keinginan.
Kita butuh perasaan, dan juga berfikir. Berfikir bukan pengganti  perasaan dan nilai kehidupan. Dua-duanya saling melengkapi.
Mungkin anda tidak perlu belajar mengetahui keinginan anda, tapi anda harus belajar cara berfikir.

http://irfc.files.wordpress.com/2011/07/toloposogo3.jpg


Mari kita pelajari cara berfikir TOLOPOSOGO
ala Professor Edward de Bono.

TOLOPOSOGO adalah sebuah urutan dalam berfikir.
  1. TO  berarti to dlm bahasa inggris artinya kemana? Tujuan, keinginan anda ? kemana kita pergi? Kemana  kita berakhir?
  2. LO adalah singkatan dari LOOK at all direction. Melihat/mengobservasi informasi yang tersedia dan informasi yang kita perlu. Apa situasinya? Apa yang sudah kita tahu? Persepsi ada disini juga.
  3. PO adalah singkatan dari POSSIBILITY kemungkinan. Di tahap ini anda meng create/memkreasi solusi yang mungkin dilaksanakan dan pendekatan untuk mencapai tujuan. Ini adalah fase generative.
  4. SO adalah SO WHAT? Fase penyimpulan dari yang diatas. Posibility di sempitkan dipilih yang paling tepat/bagus. Dan keputusan dibuat dari berbagai alternative yang terfikirkan.
  5. GO adalah GO! Pergi lakukan sesuatu dari hasil berfikir kita.
Proses ini bisa berulang sampai kita ke tujuan.


Friday, September 27, 2013

ZDUL QO’DAH Orang Jawa NYEBUT BULAN SELO

ULAN SELO
Note ini semata mata menjawab pertanyaan tetangga, tentang bulan SELO kenapa orang tak mau menikahkan putra putrinya, pertanyaan : “menurut pakde Gimana ?”
Perlunya kita sebagai umat islam senantiasa berpegang pada ajaran Islam yang benar dan sempurna, seperti yang terdapat dalam al quran surat Al-Baqarah [2]: 208-209

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Bulan DzuL Qo’dah yaitu bulan antara (ditengah) Syawal dan dzul Hijjah kata orang jawa antara syawal dan besar, orang jawa menyebut dengan bulam SELO (kesesel barang olo/kemasukan barang yang jelek).

Bulan Dzul Qo’dah yang biasa disebut orang jawa dengan sebutan bulan Selo ini, bukanlah bulan yang penuh dengan bencana (olo dalam bahasa jawa) tapi bulan penuh barokah, penuh dengan semangat untuk berbuat baik, sebab ada larangan khusus (QS. At-Taubah 36) untuk tidak berbuat dholim selama bulan-bulan mulia, termasuk pada bulan Dzul Qo’dah ini.

Kepercayaan orang jawa tersebut sangat dipengaruhi oleh pemaknaan bulan Dzul Qo’dah yang diartikan dengan bulan Selo yang diterjemahkan dengan bulan seselane ala (baca olo = kejelekan).

Padahal bulan selo itu ada kesalahan ucapan bila dikonotasikan dengan arti kata QO’DAH yang berasal dari kata QO’ADA yang artinya duduk, maka yang tepat adalah bulan silahan (baca silo = duduk bersila, seperti kebiasaan orang yang berdzikir). Penjelasan tersebut (Dzul Qo’dah = Bulan Silo untuk memperbanyak dzikir. Bukan selo)

Maka yang harus diyakini adalah bulan Dzul Qo’dah adalah termasuk bulan-bulan yang kita harus meningkatkan ibadah dan berdzikir kepada Alloh Ta’ala misalkan ini didasari oleh bahwa bulan Dzul Qo’dah adalah bulan napak tilas Musa (QS. Al-A ‘ roof 142)

” Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram … ” (QS. At Taubah: 36)

Adapun yang terdapat dalam al Qur’an pada bulan-bulan Hara mini adalah firman Allah Ta’ala:
“ Mereka bertanya tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar …’ “
(QS. Al Baqarah: 217)

Juga firman Allah:

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan Haram … “ (QS. Al Maidah: 2)

allah Ta’ala berfirman:

“ Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram … “ (QS. Al Ma’idah: 97)

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

” Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya saat Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun itu ada dua belas bulan. Empat diantaranya adalah bulan haram (disucikan). Tiga dari empat bulan itu, (jatuh secara) berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram. Sedangkan Rajab (yang disebut juga sebagai) Syahru Mudhar, terletak diantara Jumada (ats Tsaniyah) dan Sya’ban. ” (QS. Bukhari)

Kesimpulan

1. Bulan zdul Qo’dah adalah bulan yang dimuliakan Allah swt, maka menjadikan dzul qo’dah sebagai bulan selo (kesesel barang olo) sangat tidak elok menurut tataran gusti Allah, karena gusti Allah telah memuliakan bulan dzul qo’dah

2. Kembalikan esensi keberagamaan kita, jangan kita memposisikan diri kita dalam beragama terkalahkan dengan kebiasaan yang jelas jelas tak menguntungkan agama kita sendiri.

3. Kemungkinan pengertian SELO itu adalah SILO artinya saat bulan dzul Qo’dah kita harus rajin berzikir karena akan datang bulan Dzul Hijjah (berhaji)

4. Lakukan aktipitas atau ceremonial apa saja termasuk menikahkan anak anak kita pada bulan dzul qo’dah tak ada jeleknya menurut ajaran islam

5. Keberpihakan kita pada ajaran yang Haq (islam secara Kaffa), maka keimanan kita akan sempurna tanpa rasa takut selain GUSTI ALLAH pemiliknya.


"Semoga ada manfaatnya."


(NAMA-NAMA BULAN DALAM ISLAM)


1. Muharrom (محرم الحرام) Jawa : SELO
Ini adalah bulan pertama dalam kelender Islam, dan Muharram termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan Muharram karena orang Arab mengharamkan berperang di bulan ini.

2. Shofar (ﺻﻔﺮ) jawa: sapar
Dinamakan dengan Shofar karena perkampungan Arab Shifr (kosng) dari penduduk, karena mereka keluar untuk perang. Ada yang mengatakan bahwa dinamakan dengan Shofar karena dulunya bangsa Arab memerangi berbagai kabilah sehingga kabilah yang mereka perangi menjadi Shifr (kosong) dari harta benda.


3. Robi’ul Awwal (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﻭﻝ) jawa: mulod
Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini bertepatan dengan musim semi.

4. Robi’uts Tsani/Akhir (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﺧﻴﺮ / ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ) jawa: bakdo mulut
Dinamakan demikian karena bangsa Arab saat itu menggembalakan hewan ternak mereka pada rerumputan. Dan ada yang mengatakan bahwa dinamakan demikian karena bulan ini bertepatan dengan musim semi.

5. Jumadil Ula (جمادى الأولى) jawa: jemadi lawal
Sebelum masa Islam dinamakan jumadi khomsah. Dinamakan Jumada karena saat penamaan bulan ini jatuh pada musim dingin, dimana air jumud (membeku)

6. Jumadil Akhiroh/Tsaniyah (جمادى الآخرة / ﺟﻤاﺪى ﺍﻟﺜﺎﻧﻲة) jawa: jemadi lakir
Sebelum masa Islam dinamakan jumadi sittah. Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini jatuh pada musim dingin juga

7. Rojab (ﺭﺟﺐ) Jawa: rejep
Rajab termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan bulan Rojab karena bangsa Arab melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan. Dikatakan: Rojab adalah menahan diri dari peperangan.

8. Sya’ban (ﺷﻌﺒاﻦ) Jawa: ruah
Dinamakan demikian karena bangsa Arab saat itu berpencar ke berbagai tempat untuk mencari air.

9. Romadhon (ﺭﻣﻀاﻦ) Jawa: poso
Ini adalah bulan puasa bagi umat Islam. Dinamakan demikian karena panas ramdh mencapai puncaknya dan saat penamaan jatuh pada musim panas.Dimana periode ini disebut panas yang parah.

10. Syawwal (ﺷﻮﺍﻝ) Jawa: bodhoo( syawal)
Di bulan inilah saat Idul Fitri. Dinamakan demikian karena saat itu unta betina kekurangan air susu.

11. Dzulqo’dah (ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪة) Jawa: selo
Bulan ini termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan demikian karena bangsa Arab duduk dan tidak berangkat untuk perang, karena bulan ini termasuk bulan haram yang tidak boleh perang.

12. Dzulhijjah (ﺫﻭ ﺍﻟﺤﺠة) Jawa: besar
Di dalamnya terdapat musim haji dan Idul Adha. Bulan ini termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan demikian karena bangsa Arab melaksanakan ibadah haji di bulan ini.

Sekarang masih Bulan SELO / dzul ko'dah.

Tinggal diurutkan saja. Bulan dzulhijah brti bulan dpan. Pas musim haji.

Jika bulan jawanya salah, tolong benerin yach


diambil dari : wordpress.com & 085331111119.blogspot.com


https://www.facebook.com/Suroso.CiiNk?